Peneropong Bintang Terbesar di Indonesia, Observatorium Bosscha

Peneropong Bintang Terbesar di Indonesia, Observatorium Bosschaby on.Peneropong Bintang Terbesar di Indonesia, Observatorium BosschaObservatorium Bosscha dibangun oleh Perhimpunan Bintang Hindia Belanda demi memajukan Ilmu Astronomi di Hindia Belanda. Adalah seorang Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang tuan tanah di perkebunan teh Malabar, bersedia menjadi penyandang dana utama dan berjanji akan memberikan bantuan pembelian teropong bintang. Sebagai penghargaan atas jasa K.A.R. Bosscha maka nama Bosscha diabadikan sebagai nama observatorium ini. […]

Observatorium Bosscha dibangun oleh Perhimpunan Bintang Hindia Belanda demi memajukan Ilmu Astronomi di Hindia Belanda. Adalah seorang Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang tuan tanah di perkebunan teh Malabar, bersedia menjadi penyandang dana utama dan berjanji akan memberikan bantuan pembelian teropong bintang. Sebagai penghargaan atas jasa K.A.R. Bosscha maka nama Bosscha diabadikan sebagai nama observatorium ini.

Publikasi internasional pertama Observatorium Bosscha dilakukan pada tahun 1933. Namun kemudian observasi terpaksa dihentikan dikarenakan sedang berkecamuknya Perang Dunia II. Setelah perang usai, dilakukan renovasi besar-besaran pada observatorium ini karena kerusakan akibat perang hingga akhirnya observatorium dapat beroperasi dengan normal kembali.
Kemudian pada tanggal 17 Oktober 1951, NISV menyerahkan observatorium ini kepada pemerintah RI. Setelah Institut Teknologi Bandung (ITB) berdiri pada tahun 1959, Observatorium Bosscha kemudian menjadi bagian dari ITB. Dan sejak saat itu, Bosscha difungsikan sebagai lembaga penelitian dan pendidikan formal Astronomi di Indonesia.

Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia yang berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung dengan koordinat geografis 107° 36′ Bujur Timur dan 6° 49′ Lintang Selatan. Tempat ini berdiri di atas tanah seluas 6 hektare, dan berada pada ketinggian 1310 meter di atas permukaan laut atau pada ketinggian 630 m dari plato Bandung. Bosscha merupakan salah satu peneropongan bintang terbesar di Asia Tenggara. Kode observatorium Persatuan Astronomi Internasional untuk observatorium Bosscha adalah 299.

Author: 

Related Posts